Kamis, 24 Maret 2016

#DailyRants4

Kelanjutan penulisan web novel sudah dilaksanakan! Tapi LAMA. APALAGI MAU KU TRANSLATE Bahasa INGGLIS.
Ahh.
Kuota internetku habis, mau beli lagi udah ndak boleh sama operator. Katanya aku sudah mencapai batas pembelian paket data. Aku baru tau kalo ada yang begituan. Dengan ini, aku numpang wifi hotel sebelah, soalnya sebelahnya apartemenku.

Kali ini aku akan menentukan beberapa hal.
1. Rasanya aku ngomong sendiri, kumohon, please, onegaishimasu, comment dong, balas aku. AKU TAHU KALIAN BACA PENDERITAANKU. IYA, SOALNYA AKU NULIS DAN ADA LAPORANNYA KALO ADA YANG BACA.
Oke. Tenang.
2. Aku mau menetapkan sebutan untuk aku dan kalian semua. Aku: Admin. Kalian: fansberatsepanjangmasa. Oke, stop, cukup, hentikan.
Kalian: ... coba kalian sendiri yang nentuin. Harap comment.
3. Dalam 1 bulan lagi, admin akan libur panjang. Selama itu admin akan sibuk ngurusin ini dan itu. Nah, salah satunya adalah blog ini. Sampai saat itu, admin minta kritik dan saran. Entah tentang blog nya, tentang web novel nya, tentang admin, tentang penderitaan admin, atau tentang apa saja yang relevan.
Terimakasih.
As always,
vonus:

Selasa, 22 Maret 2016

#DailyRants3

Heh, kelewat sehari. Kemarin ndak ngepost.
Apa kabar semua? Semoga baik aja.
Aku ndak begitu baik.

Hari ini ada sekolah dan aku bangun pagi2 jam 4 tadi. Perutku rasanya lapar tapi kentut-kentut terus. Jangan-jangan, Kentutus Laparisitis?
Oke. Stop, cukup, hentikan.
Ternyata, laptopku yang rusak itu, NDAK BOLEH DIPERBAIKI. Tenang. Aku tenang. Aku ngetik di layar hape jadi lebih banyak typo yang bikin stres, tapi aku tenang.
Kata papa, "Bentar lagi UN dan kamu harus tahu prioritas, jadi laptopnya nanti aja." dan  ini bikin aku agak ndak enak. Masalahnya cuma nginstal ulang sistem, trus dibiarin nginstal sendiri, tapi ya sudahlah.
Sekarang aku kepikir, mungkin aku bisa ngetik lanjutan cerita "Gagalagi" pake hape. Masalahnya, ngetiknya ndak enak dan aku harus ngetik ulang dari awal. Tau ndak? Aku nulisnya udah habis berapa halaman di buku, itu pun membuat malas menulis lagi.
TAPI!
Tapi, aku akan tetap melakukannya, hanya saja update posting atau bab baru cerita akan agak lama.

Sedikit flashback tentang diriku.
Aku dulunya sekolah asrama di SMP yang namanya sering salah tulis. Senin lalu, aku ditarik dari asrama setelah hampir 3 tahun berasrama. Di asrama aku bisa make laptop sepuasnya di jam bebas. Nah, sekarang aku di rumah, pake hape, laptopnya rusak, disuruh fokus belajar UN yang menentukan aku melihara bebek atau ndak, dan sekarang aku malah sibuk nulis hal ndak jelas ini di blog.
TENTU INILAH ALASAN UTAMA RUBRIK #DailyRants YANG KUBUAT INI.
Di setiap #DailyRants, aku akan memberikan satu gambar bonus (vonus) untuk menghilangkan stres kalian semua.

Terima kasih sudah mau membaca semua cerita dan celotehku yang ndak jelas ini.

vonus:


                           ---==oOo==---

Senin, 21 Maret 2016

#DailyRants2

Oke. Ini pertama kalinya aku posting dari hape, smarpon adekku. Ada beberapa berita yang ingin kusampaikan kali ini, mumpung bisa pegang hape.
1. UN bulan Mei tgl 9-12, jadi aku akan berusaha giat belajar sampai saat itu. Mohon doanya, ya.
2. We're getting an English translation. Now I've seen some readers from America and some other English speaking countries, so I thought, perhaps I should make it in English as well. Don ya worrie bout mai Anglish, I ain't usin hoohle transkate.
3. Maaf karena aku ganti cerita lagi. Aku ganti cerita kali ini ke cerita yang lebih berkualitas, lah. Yang dua sebelumnya ujung2nya jadi "ngawur" iykwim. Aku kan pertama nulisnya di buku, baru diketik di komputer, nah, yang dibuku udah ngawur banget sampai ada temenku yang trauma bacanya. Yang sekarang terbukti bagus karena pas dibaca sama temenku yang lain (cewek) dia ketawa-ketiwi sendiri, tapi katanya bagus, kok.
Tapi, aklo kalian tetap mau baca yang "ngawur ndak jelas" silahkan komen.
Terimakasih.
vonus:
Enjoy!
                               ---==oOo==---

Kamis, 17 Maret 2016

#DailyRants

Baiklah, semuanya!
Sekarang aku lagi ndak mood nulis. Oke. Rasanya lagi agak sedih. Buku tulis yang jadi draft sudah penuh satu dan ceritanya sebenarnya sudah sampai bab 6.
Rasanya seperti para pembaca ditinggal, ya?
Kembali ke topik. Topiknya apa.
Ah, hari ini aku menemukan komputerku rusak entah bagaimana. Setelah upgrade Windows 10 beberapa minggu lalu semua dataku hilang...hiks.
Tapi bukan itu masalahnya sekarang. Kalian tahu tombol Windows? Yang ada gambar jendela miring itu, lho. Nah, yang itu. YANG ITU DIPENCET NDAK BISA.
Yang di pojok layar itu ada yang sama? NDAK BISA DI KLIK JUGA.
Aku stres walaupun sebenarnya itu ndak terlalu mengganggu kerjaan. Tapi, memang sangat mengurangi kenyamanan dan rasa bisa melakukan sesuatu.

Aku nemu beberapa cara memperbaikinya, tapi blom ada yang berhasil. Beberapa aplikasi bawaan pun berhenti bekerja dan itu membuatku sedih.
Silahkan, beberapa link dibawah ini.
http://icollecta.blogspot.co.id/2015/08/mengatasi-windows-10-start-menu-cortana.html
https://www.reddit.com/r/Windows10/comments/2kjwgu/latest_windows_10_preview_build_start_menu_wont/

Ada beberapa yang lainnya, sih, tapi aku males buka lagi.

Enjoy!

vonus:

                                                                       ---==oOo==---

Senin, 14 Maret 2016


Web Novel: Gagalagi

Bab 1 part 1

“Aku Berhasil Gagal”

Burung-burung berkicau. Embun pagi menetes dari satu daun ke daun yang lain dan membentuk sebuah tetesan air yang lebih besar. Desir dahan bergesekan dan ciuman lembut mentari pagi membangunkanku.

Mataku yang sembap dan masih setengah mengantuk perlahan terbuka dan menatap langut-langit kamarku. Tergantung banyak sekali lukisan yang pernah kulukis dulu. Kebanyakan melukiskan tentang hal-hal atau orang-orang di sekitarku. Memang aku menyebutnya lukisan, tetapi sebenarnya itu semua hanyalah torehan pensil diatas kertas, jadi mungkin lebih tepat disebut sketsa?

Aku bangun dari kasur dan terduduk. Kulihat sekelilingku. Kamarku penuh dengan barang-barang setengah jadi. Semua itu menjadi pengingat bahwa aku tak memiliki bakat di bidang itu.

Di tengah Desa Sukamaju yang biasa ini, hidup penduduk desa biasa. Banyak yang berprofesi sebagai petani dan pedagang. Di antara semua hal yang biasa itu, hiduplah keluargaku yang sangat sangat luar biasa.

Setiap anggota keluargaku memilki keunikan tersendiri, baik dalam sifat maupun kemampuan. Sedangkan aku walaupun sudah beranjak umur 14 tahun, masih belum menemukan keunikanku.

Entah bagaimana dan kapan, keunikan tersendiri ini menjadi kewajiban di keluargaku, setiap anggota minimal memiliki satu keunikan tersendiri.

Aku adalah anak yang unik dalam artian yang berbeda, karena aku normal di antara orang-orang yang unik.

Aku berdiri dan berkeliling kamarku.

Kudekati sebuah sepatu yang tidak diikat. Ini adalah pengingat dari kakekku yang gesit bahwa aku lamban.

Kakekku adalah pria paling gesit di desa. Kakek berbicara dengan cepat, berpikir dengan cepat, dan bergerak dengan sangat cepat. Melihat diriku yang tidak unik, kakek mencoba menguji kegesitanku dengan harapan agar keunikanku akan muncul di sekitar keunikan kakek.

Kakek mengajakku berlari keliling kampung. Ketika kami baru mulai, kakiku langsung tersandung dan aku jatuh tersungkur sementara kakek telah mengelilingi ¼ desa.

Gagal. Aku normal, karena aku lupa mengikat tali sepatuku.

Di sampingnya bersandar sebuah sapu yang masih bagus. Ini masih normal katamu? Harusnya sapu ini hancur berkeping-keping.

Ayahku adalah pria terkuat di desa. Ayah mampu mencabut sebuah pohon dengan satu tangan dan melemparnya melewati gunung jauh di utara, dan masih mampu push-up 100 kali, sit-up 100 kali, lompat tali 100 kali, dan lari sprint 10 km.

Ayah menyuruhku menghancurkan sapu ini dengan dua jari. Ayah mendemonstrasikannya seperti meremas kapas, sementara aku hanya mampu mematahkan serabutnya.

Gagal. Aku normal.

Di pojok kamarku terdapat sebuah kaca seukuran badanku yang bersih mengkilap dan dihiasi berbagai ornamen dan ukiran yang indah.

Yang ini terlihat bagus? Harusnya aku merasa tua ketika melihat diriku sendiri.

Nenekku adalah wanita tertua di desa, bahkan mungkin di dunia. Nenek pernah mengalami suatu kecelakaan yang menyebabkannya menua tanpa meninggal, tapi nenek tak pernah menceritakan kecelakaan apa yang begitu prahnya hingga jadi seperti ini. Kini nenek berumur 923 tahun.

Nenek menyuruhku bercermin, dan memperhatikan apakah aku terlihat tua secara penampilan maupun perilaku.

Gagal. Aku terlihat sesuai usiaku.

Di atas meja samping kasurku terdapat beberapa lembar amplop berwarna merah dan merah muda. Isinya merupakan kata-kata indah dan manis yang penuh rasa sayang.

Pamanku ada pria paling jones di desa. Tak pernah sekalipun ia mendapat pasangan hidup, respons yang positif, ataupun penggemar.

Paman mengadakan suatu acara dimana para gadis desa akan mengirimkan surat yang berisi apa yang mereka pikir tentang diriku.

Gagal. Aku mendapat beberapa surat cinta, namun tidak terlalu banyak sehingga dapat disebut memesona.

Pamanku menangis semalaman setelah itu.

Dengan wajah memerah aku meletakkan kembali amplop-amplop itu.

Di dekat pintu kamarku tergantung sebuah baju berukuran kecil.

Tanteku adalah wanita yang sebenarnya langsing, namun setiap kali tante mengenakan sesuatu maka tante akan terlihat sangat gemuk. Bahkan tante sendiri tak mengerti bagaimana itu bisa terjadi. Karena itu, biasanya tante hanya akan mengenakan pakaian dalamnya jika di rumah, hanya dalam pakaian itu tante masih terlihat langsing.

Tante menyuruhku mengenakan baju ukuran kecil itu.

Gagal. Aku terlihat biasa saja ketika mengenakannya, namun tanteku langsung terlihat sangat menggemuk ketika mencobanya.

Tersembunyi di balik cermin pemberian nenek adalah sebuah guillotine mini.

Abangku adalah pria paling nekat (baca: GREGET) di desa.

Abang menyuruhku meletakkan tanganku di guillotine dan mencoba menariknya sebelum terpotong.

Abang mendemonstrasikannya berulang-ulang dengan greget dan tidak terjadi apa-apa.

Gagal. Aku bahkan tak berani mendekat, tetapi tidak penakut sehingga tidak menjadi unik.

Di jari manis tangan kananku terdapat sebuah cincin dari mbakku.

Mbakku adalah wanita paling berkarisma dan berkuasa di desa. Semua orang biasa-termasuk aku-akan tunduk patuh terhadap segala perkataannya sejauh kemampuan kami.

Mbak menyuruhku memerintahkan sesuatu pada sekelompok orang yang tak kukenal di pasar.

Gagal. Sekelompok orang itu tidak menurut, tetapi ada satu di antara mereka yang memukul bokongnya sesuai perintahku.

Terpajang di atas kasurku adalah sebuah tengkorak siluman yang gagal berevolusi dan berwujud sangat mengerikan.

Ibuku adalah keturunan keluarga bangsawan iblis dari dunia iblis. Kakek dan nenekku dari sisi ibu adalah iblis terkuat sepanjang masa. Ibu juga memiliki kekuatan fisik dan sihir yang jauh melampaui makhluk apa pun.

Ibu memanggil seekor siluman raksasa dan menyuruhku menjinakkannya.

Gagal. Aku bahkan tak mampu mengaktifkan sihir yang mengalir dalam darahku. Aku dapat disebut dengan unik memiliki darah ini, tapi keluargaku menganggapnya biasa.

Terakhir, jauh melebihi jumlah pajangan lukisanku, foto adikku tersebar di seluruh penjuru kamarku.

Adek adalah idola desa dan gadis paling imut di desa. Tak ada yang mampu mengatakan ‘tidak’ padanya, kecuali ayah dan ibu. Untungnya adek masih suci.

Adek mengajakku menyanyi dan berpose di balai desa. Hal ini rutin dilakukannya karena adek memiliki banyak penggemar.

Gagal. Penampilanku biasa saja, bahkan dapat dibilang buruk.

Lalu ada aku, yang sebenarnya unik karena tidak memiliki keunikan. Seluruh anggota keluargaku masih ribut dan pusing tujuh keliling tentang masalah ini.

Salam kenal, namaku Yonek Genera, seorang remaja 14 tahun yang normal di antara manusia unik. Mungkin namaku saja yang unik dariku, ya? Ngemeng-ngemeng gua cowok, vroh.

                                                                       ___==oOo==___
Enjoy!

Jumat, 11 Maret 2016

Cara melihat ke arah matahari dengan lumayan aman dan murah, dalam keadaan gerhana maupun normal.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya 09-03-2016 terjadi gerhana matahari hampir total di Indonesia. Bulan menutupi kira-kira 81% matahari, dan banyak orang yang ingin melihatnya.
Adik kelas saya, dengan jeniusnya menemukan cara alternatif selain mengambil teropong sekolah diam-diam!


Bahan:
-Penggaris plastik berwarna gelap (semakin gelap makin baik).

Cara pakai:
Bayangkan penggaris itu adalah kacamata, dan gunakanlah.

Enjoy!